Electronic Arts Diseret ke Pengadilan karena Membajak Lagu

Electronic Arts diajukan ke meja pengadilan oleh seorang komposer bernama Gerald Willis, yang menuduh publisher game raksasa tersebut telah menggunakan lagu ‘Win With the Rebels‘ tanpa persetujuan dirinya, selaku pemegang hak eksklusif atas lagu tersebut. Meski diketahui pula, lagu ini juga dipergunakan sebagai lagu penyemangat untuk Universitas Nevada di Las Vegas.
Kenyataannya sekarang, lagu itu terdapat di kesepuluh game yang dibuat dan dirilis atas nama Electronic Arts, baik ituNCAA Basketball 2009NCAA Football 2006-2009NCAA March Madness 2006-2008, dan NCAA Baseball 2006-2007. Maka dari itu, Gerald Willis, dalam keterangannya kepada harian Las Vegas Review Journal, mengungkapkan dirinya akan menuntut ganti rugi sebesar US$150.000 untuk setiap pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh EA. Menanggapi tuntutan tersebut, sampai saat berita ini diturunkan, EA masih bungkam seribu bahasa.

Ironis memang, di saat Electronic Arts tengah gencar-gencarnya dengan kampanye anti pembajakan untuk game-game miliknya, ternyata tak disangka-sangka mereka diduga telah melakukan pelanggaran hak cipta, bahkan itu tidak terjadi hanya sekali namun di sepuluh game miliknya.

http://www.kotakgame.com/berita/detail.php?id=514

 

tanggapan:

Menurut saya permasalahan dalam artikel di atas bisa saja tidak terjadi, jika ada kerjasama dari dua belah pihak. Bila pihak pencipta yang telah mendaftarkan ciptaannya secara sah mampu melakukan gugatan terhadap siapa saja yang menggunakan ciptaannya tanpa perrizinan terlebih dahulu. Bila komposer  tersebut telah mendaftarkan ciptaannya secara sah, maka , dia berhak menuntut ganti rugi terhadap Electronic Arts. Namun, tentu saja kasus tersebut harus dikaji lagi agar  masalah ini selesai dengan baik. Semoga saja permasalah ini cepat selesai., dan kedua belah pihak dapat berdamai.

AWAL BERDIRINYA PAGUYUBAN PASUNDAN

Kali ini saya akan menceritakan secara singkat sejarah paguyuban pasundan, yaitu sebuah organisasi budaya sunda. Selamat menikmati,,,,

Paguyuban Pasundan (ejaan aslinya Pagoejoeban Pasoendan) adalah organisasi budaya Sunda yang berdiri sejak tanggal 20 Juli 1913, sehingga menjadi salah satu organisasi tertua yang masih eksis sampai saat ini. Awal berdirinya paguyuban pasundan secara tidak langsung, kelahiran Paguyuban Pasundan dipengaruhi oleh pendirian Budi Utomo pada hari rabu tanggal 20 Mei 1908, yang dianggap sebagai tonggak awal kebangkitan bangsa Indonesia menggapai kemerdekaan.

Atas inisiatif siswa-siswa Sunda di STOVIA (School Tot Opleiding voor Indlandsche Artsen) – sekolah kedokteran zaman Belanda di Batavia (Jakarta), diupayakan pembuatan organisasi untuk orang-orang Sunda. Selanjutnya, para siswa yang berusia sekitar 22 tahun itu, berkunjung ke rumah Daeng Kandoeroean Ardiwinata, yang saat itu sudah dianggap sebagai sesepuh orang Sunda. Dalam kunjungan tersebut, dinyatakan maksud pendirian perkumpulan orang Sunda sekaligus meminta D. K. Ardiwinata untuk menjadi ketua organisasi.

Setelah D. K. Ardiwinata menyanggupi, maka di rumahnya di Gang Paseban, Salemba, Jakarta, pada hari Minggu tanggal 20 Juli 1913 diadakan rapat untuk pendirian perkumpulan. Dalam rapat itu disepakati pendirian organisasi yang kemudian dinamai “Pagoejoeban Pasoendan”. Saat itu ditetapkan D. K. Ardiwinata sebagai penasehat dan Dajat Hidajat (siswa STOVIA) sebagai ketua.

Pada tanggal 22 September 1914, pengurus paguyuban meminta izin kepada pemerintah untuk dapat melakukan kegiatannya secara sah. Dengan surat keputusan nomor 46 tanggal 9 Desember 1914, izin tersebut diberikan. Selanjutnya, sampai tahun 1918, organisasi ini lebih sebagai perkumpulan sosial-budaya. organisasi ini telah bergerak dalam bidang pendidikan, sosialbudaya, politik, ekonomi, kepemudaan, dan pemberdayaan perempuan. Paguyuban ini berupaya untuk melestarikan budaya Sunda dengan melibatkan bukan hanya orang Sunda tapi semua yang mempunyai kepedulian terhadap budaya Sunda.

Semoga sejarah singkat ini bias berguna bagi yang membutuhkannya,,,amin^^

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Paguyuban_Pasundan

BATAS NEGARA INDONESIA

Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah pulaunya yang mencapai 17.499 pulau dan luas wilayah perairan mencapai 5,8 juta km2, serta panjang garis pantai yang mencapai 81.900 km2. Dua pertiga dari wilayah Indonesia adalah laut, implikasinya, hanya ada tiga perbatasan darat dan sisanya adalah perbatasan laut. Perbatasan laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara diantaranya Malaysia, Singapura, Filipina, India, Thailand, Vietnam, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini. Sedangkan untuk wilayah darat, Indonesia berbatasan langsung dengan tiga negara, yakni Malaysia, Papua Nugini, danTimor Leste dengan panjang garis perbatasan darat secara keseluruhan adalah 2914,1 km. Luasnya wilayah perbatasan laut dan darat Indonesia tentunya membutuhkan dukungan sistem manajemen perbatasan yang terorganisir dan profesional, baik itu ditingkat pusat maupun daerah. Akan tetapi minimnya infrastruktur di kawasan perbatasan telah menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki sebuah sistem manajemen perbatasan yang baik.
Adapun batas-batas wilayah laut Indonesia dengan negara-negara tetangga meliputi: (1) batas laut teritorial, (2) batas zona tambahan, (3) batas perairan ZEE, dan (4) batas landas kontinen. Yang dimaksud laut teritorial adalah wilayah kedaulatan suatu negara pantai yang meliputi ruang udara dan laut serta tanah di bawahnya sejauh 12 mil laut yang diukur dari garis pangkal. Zona tambahan mencakup wilayah perairan laut sampai ke batas 12 mil laut di luar laut teritorial atau 24 mil laut diukur dari garis pangkal. ZEE adalah suatu wilayah perairan laut di luar dan berdampingan dengan laut teritorial yang lebarnya tidak lebih dari 200 mil laut dari garis pangkal; yang mana suatu negara pantai (coastal state) memiliki hak atas kedaulatan untuk eksplorasi, konservasi, dan pemanfaatan sumber daya alam. Landas kontinen suatu negara meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya yang menyambung dari laut teritorial negara pantai melalui kelanjutan alamiah dari wilayah daratannya sampai ujung terluar tepian kontinen.
Belum tuntasnya penentuan garis batas suatu negara terhadap negara lain dapat berpotensi menjadi sumber permasalahan hubungan keduanya di masa datang. Di samping garis batas, masalah pelintas batas, pencurian sumber daya alam, dan kondisi geografi juga merupakan sumber masalah yang dapat menggangu hubungan antar negara.
Di kawasan Asia Tenggara, ketidak jelasan batas antar dua negara dialami oleh beberapa negara yang berbatasan, termasuk di laut Cina Selatan. Indonesia juga memiliki permasalahan perbatasan dengan negara-negara lain, terlebih lagi mengingat demikian luasnya wilayah darat dan perairan. Indonesia memiliki sepuluh negara tetangga yang berbatasan, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, India, Filipina, Vietnam, Papua Nugini, Australia, Palau dan Timor Leste.

Perbatasan Indonesia-Singapura.
Penambangan pasir laut di perairan sekitar Kepulauan Riau yakni wilayah yang berbatasan langsung dengan Sinagpura, telah berlangsung sejak tahun 1970. Kegiatan tersebut telah mengeruk jutaan ton pasir setiap hari dan mengakibatkan kerusakan ekosistem pesisir pantai yang cukup parah. Selain itu mata pencaharian nelayan yang semula menyandarkan hidupnya di laut, terganggu oleh akibat penambangan pasir laut. Kerusakan ekosistem yang diakibatkan oleh penambangan pasir laut telah menghilangkan sejumlah mata pencaharian para nelayan.
Penambangan pasir laut juga mengancam keberadaan sejumlah pulau kecil karena dapat menenggelamkannya, misalnya kasus Pulau Nipah. Tenggelamnya pulau-pulau kecil tersebut menimbulkan kerugian besar bagi Indonesia, karena dengan perubahan pada kondisi geografis pantai akan berdampak pada penentuan batas maritim dengan Singapura di kemudian hari.

Perbatasan Indonesia-Malaysia.
Penentuan batas maritim Indonesia-Malaysia di beberapa bagian wilayah perairan Selat Malaka masih belum disepakati ke dua negara. Ketidakjelasan batas maritim tersebut sering menimbulkan friksi di lapangan antara petugas lapangan dan nelayan Indonesia dengan pihak Malaysia.
Demikian pula dengan perbatasan darat di Kalimantan, beberapa titik batas belum tuntas disepakati oleh kedua belah pihak. Permasalahan lain antar kedua negara adalah masalah pelintas batas, penebangan kayu ilegal, dan penyelundupan. Forum General Border Committee (GBC) dan Joint Indonesia Malaysia Boundary Committee (JIMBC), merupakan badan formal bilateral dalam menyelesaikan masalah perbatasan kedua negara yang dapat dioptimalkan.

Perbatasan Indonesia-Filipina.
Belum adanya kesepakatan tentang batas maritim antara Indonesia dengan Filipina di perairan utara dan selatan Pulau Miangas, menjadi salah satu isu yang harus dicermati. Forum RI-Filipina yakni Joint Border Committee (JBC) dan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) yang memiliki agenda sidang secara berkala, dapat dioptimalkan menjembatani permasalahan perbatasan kedua negara secara bilateral.

Perbatasan Indonesia-Australia.
Perjanjian perbatasan RI-Australia yang meliputi perjanjian batas landas kontinen dan batas Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) mengacu pada Perjanjian RI-Australia yang ditandatangani pada tanggal 14 Maret 1997. Penentuan batas yang baru RI-Australia, di sekitar wilayah Celah Timor perlu dibicarakan secara trilateral bersama Timor Leste.

Perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
Indonesia dan PNG telah menyepakati batas-batas wilayah darat dan maritim. Meskipun demikian, ada beberapa kendala kultur yang dapat menyebabkan timbulnya salah pengertian. Persamaan budaya dan ikatan kekeluargaan antar penduduk yang terdapat di kedua sisi perbatasan, menyebabkan klaim terhadap hak-hak tradisional dapat berkembang menjadi masalah kompleks di kemudian hari.

Perbatasan Indonesia-Vietnam.
Wilayah perbatasan antara Pulau Sekatung di Kepulauan Natuna dan Pulau Condore di Vietnam yang berjarak tidak lebih dari 245 mil, memiliki kontur landas kontinen tanpa batas benua, masih menimbulkan perbedaan pemahaman di antara ke dua negara. Pada saat ini kedua belah pihak sedang melanjutkan perundingan guna menentukan batas landas kontinen di kawasan tersebut.

Perbatasan Indonesia-India.
Perbatasan kedua negara terletak antara pulau Rondo di Aceh dan pulau Nicobar di India. Batas maritim dengan landas kontinen yang terletak pada titik-titik koordinat tertentu di kawasan perairan Samudera Hindia dan Laut Andaman, sudah disepakati oleh kedua negara. Namun permasalahan di antara kedua negara masih timbul karena sering terjadi pelanggaran wilayah oleh kedua belah pihak, terutama yang dilakukan para nelayan.

Perbatasan Indonesia-Thailand.
Ditinjau dari segi geografis, kemungkinan timbulnya masalah perbatasan antara RI dengan Thailand tidak begitu kompleks, karena jarak antara ujung pulau Sumatera dengan Thailand cukup jauh, RI-Thailand sudah memiliki perjanjian Landas Kontinen yang terletak di dua titik koordinat tertentu di kawasan perairan Selat Malaka bagian utara dan Laut Andaman. Penangkapan ikan oleh nelayan Thailand yang mencapai wilayah perairan Indonesia, merupakan masalah keamanan di laut. Di samping itu, penangkapan ikan oleh nelayan asing merupakan masalah sosio-ekonomi karena keberadaan masyarakat pantai Indonesia.

Perbatasan Indonesia-Republik Palau.
Sejauh ini kedua negara belum sepakat mengenal batas perairan ZEE Palau dengan ZEE Indonesia yang terletak di utara Papua. Akibat hal ini, sering timbul perbedaan pendapat tentang pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh para nelayan kedua pihak.

Perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Saat ini sejumlah masyarakat Timor Leste yang berada diperbatasan masih menggunakan mata uang rupiah, bahasa Indonesia, serta berinteraksi secara sosial dan budaya dengan masyarakat Indonesia. Persamaan budaya dan ikatan kekeluargaan antarwarga desa yang terdapat di kedua sisi perbatasan, dapat menyebabkan klaim terhadap hak-hak tradisional, dapat berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks. Disamping itu, keberadaan pengungsi Timor Leste yang masih berada di wilayah Indonesia dalam jumlah yang cukup besar potensial menjadi permasalahan perbatasan di kemudian hari.

Sumber
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=perbatasan+indonesia&source=web&cd=2&ved=0CC4QFjAB&url=http%3A%2F%2Fidsps.org%2Foption%2Ccom_docman%2Ftask%2Cdoc_download%2Fgid%2C99%2FItemid%2C15%2F&ei=35jZTtzlBsvtrQe6s6TbDQ&usg=AFQjCNEzAVZWwOHKJYhxIzTjSqSeSq8F9A

http://teguhtimur.com/2009/06/08/pendekatan-ekonomi-dan-keamanan/

http://www.dephan.go.id/buku_putih/bab_iii.htm

AKU INGIN MENCINTAI-MU SETULUSNYA

Tuhan betapa aku malu
Atas semua yang Kau beri
Padahal diriku terlalu sering membuat-MU kecewa

Entah mungkin karna ku terlena
Sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali agar aku kembali
Dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghamba pada-MU
betapa tak ada apa-apanya aku dihadapan-MU

Aku ingin mencintai-MU setulusnya sebenar-benar aku cinta
dalam doa dalam ucapan dalam setiap langkahku

aku ingin mendekati-MU selamanya sehina apapun diriku
kuberharap untuk bertemu dengan-MU Ya Rabbi…..

_Edcoustic_

PENGRUSAKAN PATUNG WAYANG

Patung wayang adalah seni budaya dan tidak ada unsur penyembahan didalamnya. Wayang merupakan seni budaya bangsa Indonesia yang menampilkan gambaran tokoh baik yang ideal maupun yang jahat dalam kehidupan kita sehari hari. Dulu wayang juga bisa dijadikan media atau alat dalam penyebaran agama seperti jaman para wali. patung wayang di Purwakarta dijadikan aikon untuk menarik para wisata sekaligus merupakan pelestarian budaya bangsa. Beberapa waktu lalu di bulan September, ratusan masyarakat dari ormas tertentu Purwakarta yang baru saja menghadiri acara mendengarkan wejangan ajaran agama tertentu, merusak dan merobohkan patung wayang Patung Bima, Patung Gatotkaca dan Patung Semar. Benda yang tidak memiliki daya dan tenaga untuk merusak dan merugikan orang.

Menurut Iman, seorang saksi mata, massa merobohkan patung-patung tersebut dengan cara ditarik dengan tambang kemudian dibetot kendaraan roda empat. “Setelah ambruk lalu disiram minyak bensin, langsung dibakar,” katanya. Seorang yang terlibat dalam aksi perobohan dan pembakaran patung tersebut mengatakan aksi ini sebagai protes keras terhadap kebijakan Bupati Dedi Mulyadi yang tetap membangun patung-patung wayang golek itu meski telah diberikan peringatan keras beberapa kali.

Peristiwa perobohan patung-patung wayang tersebut tidak diragukan lagi memang merupakan salah satu bentuk dari krisis penghargaan yang sedang terjadi di Indonesia. dalam kasus ini, tanpa berniat untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu, krisis penghargaan terjadi pada pihak pemerintah daerah yang menyetujui pembangunan patung dan pada pihak yang melakukan perobohan patung. Seandainya rencana pembangunan patung-patung wayang tersebut memang sudah ditentang oleh mayoritas masyarakat Purwakarta, tidak selayaknya pihak pemerintah daerah tetap bersikukuh untuk melakukan pembangunan patung. Pada hakikatnya pihak pemerintah seharusnya mengayomi dan menampung aspirasi masyarakatnya dengan baik serta berusaha sebaik mungkin untuk tidak bertentangan dengan masyarakat selama keinginan masyarakat masih berada di dalam batas normal. Selain menyoroti pihak pemerintah, pihak yang merobohkan patung-patung tersebut juga memiliki penghargaan yang kurang baik, setidaknya terhadap hasil karya orang lain dan terhadap wayang sendiri yang merupakan salah satu seni budaya Indonesia. Selama patung-patung tersebut tidak dimanfaatkan di luar fungsinya sebagai pemberi unsur estetik, tidak ada salahnya patung-patung tersebut berdiri pada tempatnya. Jika mereka yang terlibat memang benar-benar mengatasnamakan agama, tidak seharusnya mereka menutup mata kepada fakta bahwa Indonesia adalah Negara hukum yang menganut kebebasan beragama.

Lebaran-Lenggangnya JAKARTA

pulang kampung atau biasa disebut mudik adalah sebuah budaya yang ada sejak dulukala di indonesia. dimana para perantau pulang ke tempat dia lahir atau di besarkan.

kegiatan mudik ini selalu dilakukan secara serempak di saat libur eidul fitri atau libur lebaran. biasanya para pemudik pulang kekampung halamannya dari H-7 dan puncaknya pada H-1, namun tak jarang ada yang kembali kekampung halamannya saat lebaran telah lewat. para pemudik yang pulang saat lebaran telah datang biasanya dilakukan untuk menghindari arus kemacetan yang disebabkan membludaknya kendaraan dijalanan. namun hal inilah yang menjadi kenikmatan tersendiri didalam kegiatan mudik ( tanpa kemacetan panjang, tanpa berebut karcis, bukan mudik namanya).

tahun 2011 ini, lebaran di ibukota sangatlah berbeda,  terutama pada lebaran hari ke dua atau 2 syawal, di daerah jakarta pusat terlihat jalanan ibukota begitu lenggang, tak terlihat keramaian seperti hari-hari biasanya. namun tidak semua daerah di ibukota lenggang, tempat-tempat wisata, seperti TMII, Ancol, Ragunan, dan tempat wisata lainnya, terlihat cukup ramai. keadaan ini merupakan harapan yang cukup mustahil, bagi saya, untuk di pertahankan selama masa aktif kerja berlangsung. saya selalu berharap jakarta bisa ‘santai’ dalam menjalani aktivitas tanpa harus tertekan kemacetan.

Lebaraaaan,,,Oooooh,,,Lebaraaaan,,,

andaikan kau selalu ada,,aku pasti senang,,,^^

SUMPAH PEMUDA

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928 1928.

Sumber : http://sumpahpemuda.org/

Previous Older Entries