Sebuah Keadilan

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. Berdasarkan kamus bahasa Arab, dari mana kata adil itu sendiri berasal. Adil artinya adalah “Wadho’assyai fii mahallihi” atau menempatkan sesuatu pada tempatnya/sesuai fitrahnya. Terjemahan ini dapat ditafsirkan bahwa keadilan itu bukan berarti sama percis atau seimbang, baik bentuk maupun ukurannya.  Setiap manusia di dunia pasti menginginkan adanya keadilan baik secara eksternal maupun internal. Meskipun sulit rasanya menciptakan keadilan itu sendiri. Karena jika satu sisi sudah merasa adil tetapi belum tentu dengan sisi yang lainnya. pencapaian keadilan digambarkan sebagai proses yang sangat sulit, bahkan tidak mungkin. Orang yang merasa diperlakukan dengan tidak adil, akan sangat mungkin untuk berbuat jahat atau tidak adil pada orang lain/pada lingkungan sekitarnya.

Bisa kita liahat dari kasus seorang nenek yang mengambil kakao yang berujung di pengadilan. Nenek yang bertempat tinggal di Banyumas Jawa Tengah tersebut harus dihukum 1 bulan 15 hari kurungan penjara. Itulah ujian dari hakim yang menjatuhkan vonis atau hukuman kepada Sang Nenek. Sang hakim mengetukkan palu atas putusan hukuman. Sang nenek hanya pasrah dan yang lebih menyedihkan lagi hadirin yang hadir bertepuk tangan atas keputusan itu. Sesuai kronologisnya Sang Nenek mengakui telah mengambil dengan sengaja buah kakao itu. Setelah pemilik sebuah perusahaan perkebunan kakao, tahu dan tidak ridha sang nenek hanya mengembalikan buah itu dan meminta maaf saja. Tapi, ironisnya tetap saja sang pemilik buah menuntut ke Pengadilan. Perkebunan kakao itu beralasan untuk memberi efek jera. Seharusnya sang nenek sudah tidak dapat disalahkan karena ia sudah mengembalikan buah yang dicuri dan ia telah minta maaf atas kesalahan yang ia perbuat.

Contoh lainnya yaitu Kasus Prita Mulyasari, seorang ibu rumah tangga yang curhat mengenai buruknya layanan RS Omni Internasional juga harus berurusan dengan aparat penegak hukum, karena dituduh melakukan pencemaran nama baik dan kemudian diputus bersalah oleh Pengadilan Tinggi Banten dan wajib membayar denda sebesar Rp204 juta.

Coba kita bandingkan dengan kasus korupsi yang bernilai milyaran bahkan triliunan rupiah tidak di jerat hukum sebagaimana mestinya. hanya sebagian kecil saja yang sudah di putuskan pengadilan itupun tidak sesuai dengan hukum yang ada, hanya divonis hukuman yang ringan dengan fasilitas penjara yang memadai. contohnya seorang pejabat korupsi milyaran rupiah hanya di jerat hukum dua sampai empat tahun penjara saja bahkan masih banyak sekali penjahat-penjahat berdasi yang menjarah uang rakyat berkeliaran bebas begitu saja. ketika mereka di penjarapun mendapatkan fasilitas-fasilitas istimewa layaknya sebuah kamar hotel, dengan begitu apakah akan menimbulkan efek jera bagi orang-orang koruptor?
Ternyata pengadilan di Indonesia banyak sekali skandal-skandal yang terjadi misalnya kasus suap jaksa,saksi palsu dan lain sebagainya yang ikut menyuramkan potret hukum dan keadilan di negeri kita . Sangat di sayangkan di Negara yang kita kenal sebagai Negara hukum ternyata tidak sesuai dengan namanya, malah lebih pantas sebagai Negara jual beli hukum. di mana uang ada maka hukum pun ringan sedangkan bila uang tidak ada hukum harus tetap berjalan .

Dari semua kasus yang ada keadilan dapat di genggam bila masing-masing orang atau lembaga merasa tidak di dzalimi atau di rugikan, melainkan diperlakukan sesuai dengan kebutuhan, situasi dan atau fitrahnya. Keadilan juga adalah wujud penghargaan seseorang/lembaga pada keunikan kondisi orang/lembaga lain. Ia tidak memihak tanpa alasan logis, tidak mendukung tanpa sebab yang jelas, apalagi sampai menganiaya tanpa bukti yang benar.

Sumber :

http://www.gaungmahasiswa.co.cc/2010/01/bentuk-ketidakadilan_15.html

http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/01/12/merenungi-makna-bentuk-dan-ukuran-keadilan/

http://www.gaungmahasiswa.co.cc/2010/01/potret-keadilan-di-indonesia.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: